Jumat, 24 Agustus 2018

Tips mengingat kosakata dengan cepat




Hai guys ketemu lagi dengan saya marla marlena. Kali ini saya akan membagikan tips-tips mengingat kosakata dengan cepat. Simak baik baik ya...

1. Ambil sebuah buku kosong
Hasil gambar untuk gambar buku tulis
2. Tulis di buku tersebut kosakata dalam bahasa inggris dahulu.
Hasil gambar untuk kosa kata bahasa inggris
3.Lalu lipat kertas tersebut  menjadi 2 bagian. Seperti di gambar
Hasil gambar untuk membuka kertas yg dilipat



4. Buka kembali kertas yang dilipat tadi

Hasil gambar untuk gambar kertas buku dilipat jadi 2














5. Tulis sama dengan(=) di tengah tengah garis yang terlipat tadi


Hasil gambar untuk kertas yg dilipat













6. lalu di sebelah nya tulis arti kosa kata tersebut dalam bahasa indonesianya
7. Cara belajarnya tutup/lipat salah satu bahasa, lalu kalian contohnya bahasa inggrisnya kalian tutup lalu kalian lihat bahasa indonesianya. Kemudian sebutkan bahasa inggris dari salah satu kosa kata bahasa indonesia tadi.

Mudah bukan... Silakan di coba ya... semoga berhasil kawan kawan...
Sekian dan terima kasih... Jangan lupa share blog ini ke teman teman kalian ya...
Jangan lupa kunjungi pelajaran pelajaran lainnya di blog saya yaa.. see you next time


Hasil gambar untuk kata kata mutiara tentang belajar




Kamis, 16 Agustus 2018

Koordinat Kartesius materi kelas 8

Hai guys.. kali ini saya akan mengajarkan kalian tentang koordinat kartesius. Simak baik-baik yaa.... Jangan lupa share blog ini ke teman-teman mu... Mohon bantuannya guys...

Apa Itu sistem koordinat kartesius?
Dalam matematika, Sistem koordinat Kartesius digunakan untuk menentukan tiap titik dalam bidang dengan menggunakan dua bilangan yang biasa disebut koordinat x dan koordinat y dari titik tersebut.
Koordinat kartesius adalah dua sumbu yang saling tegak lurus antar satu dengan yang lain. Kedua sumbu tersebut terletak dalam satu bidang. Sumbu horizontal (mendatar) diberi nama x, dan sumbu vertikal (tegak) diberi nama y. Titik potong sumbu X dan Y disebut titik asal. Titik ini dinyatakan sebagai titik nol. Pada sumbu X dan Y terletak titik yang berjarak sama.
Pada sumbu X dari titik nol ke kanan dan seterusnya merupakan bilangan positif, sedangkan dari titik nol ke kiri dan seterusnya merupakan bilangan negatif. Pada sumbu Y, dari titik nol ke atas merupakan bilangan positif, dan dari titik nol ke bawah merupakan bilangan negatif. Untuk  koordinat x disebut (absis) dan koordinat y disebut (ordinat).

Dalam bidang koordinat kartesius sumbu x dan sumbu y membagi bidang koordinat
menjadi 4, yaitu:
  • Kuadran I: Koordinat-x positif dan koordinat-y positif
  • Kuadran  II: Koordinat- x negatif dan koordinat-y positif
  • Kuadran III:  Koordinat- x negatif dan koordinat-y negatif.
  • Kuadran IV: Koordinat- x positif dan koordinat-y negatif
      Contoh: Menentukan koordinat titik-titik pada bidang koordinat kartesius dibawah ini! Amati posisi titik A, B, C, D, E, F, G dan H terhadap sumbu X dan sumbu Y.

Penyelesaian:
  • ·         A(2, 6) berarti Titik A bejarak 6 satuan terhadap sumbu-x dan berjarak 2 satuan terhadap sumbu-y.
  • ·         B(5, 5) berarti titik b berjarak 5 satuan terhadap sumbu- X dan berjarak 5 satuan terhadap sumbu-y.
  • ·         C(-4, 3) berarti titik c  berjarak 3 satuan terhadap sumbu- X dan berjarak -4 satuan terhadap sumbu-y.
  • ·         D(-5, 6) berarti titik D  berjarak 6 satuan terhadap sumbu- X dan berjarak --5 satuan terhadap sumbu-y.
  • ·         E(-3, -3) berarti titik e  berjarak -3 satuan terhadap sumbu- X dan berjarak -3 satuan terhadap sumbu-y.
  • ·         F (-5, -6) berarti titik f  berjarak -6 satuan terhadap sumbu- X dan berjarak -5 satuan terhadap sumbu-y.
  • ·         G(5, -4) berarti titik g berjarak -4 satuan terhadap sumbu- X dan berjarak -5 satuan terhadap sumbu-y.
  • ·         H(3, -6) berarti titik h  berjarak -6 satuan terhadap sumbu- X dan berjarak 3 satuan terhadap sumbu-y.
 Dengan  demikian kalian dapat menuliskan koordinat titik A, B, C, D, E, F, G, dan H pada bidang koordinat sebagai berikut:

Selasa, 07 Agustus 2018

Hukum Newton 1, 2, 3 Pengertian, Bunyi, Rumus, Contoh Soal...


Hukum Newton 1, 2, 3 Pengertian, Bunyi, Rumus, Contoh Soal...


Hukum Newton – hukum newton murupakan suatu hukum yang ada dalam dunia fisika yang menggambarkan hubungan antara suatu gaya yang bergerak dikarenakan adanya sebab. Hal ini menjadi pondasi dalam mekanika klasik dalam hukum fisika dengan 3 jenis hukum yang ada.
Pada awalnya hukum newton dikemukakan oleh seorang ahli fisikawan dalam masanya yang namanya dijadikan sebagai nama dari hukum ini. Bernama lengkap Potret Sir Isaac Newton(1643 – 1722). Seorang Fisikawan asal eropa yang menemukan hukum gravitasi, gukum gerak, kalkulus, spektrun, serta teleskop pantul.
Dikarenakan dedikasinya dalam dunia pendidikan dan ilmuwan. Sehingga, hukum yang diitemukan oleh newton ini diberi nama dengan hukum newton yang memiliki 3 konsep dasar. Yaitu Hukum Newton 1, Hukum Newton 2, dan Hukum Newton 3.

Hukum Newton 1

Bunyi Hukum Newton 1

Bunyi Hukum Newton 1 : “Jika resultan gaya yang bekerja pada benda yang sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan tetap diam. Benda yang mula-mula bergerak lurus beraturan akan tetap lurus beraturan dengan kecepatan tetap

Pengertian Hukum Newton 1

Contoh Hukum Newton 1
Dari bunyi hukum newton 1 ini dapat dipahami bahwasanya suatu benda akan berusaha mempertahankan keadaannya atapun posisi awalany yang ia miliki. Dimana, benda yang awalnya diam akan berusaha untuk tetap diam. Begitu juga jika benda yang awalnya bergerak akan berusaha untuk tetap bergerak. Dikarenakan adanya kecendrungan dalam mempertahankan posisi semula yang dialami oleh suatu benda tersebut maka, hukum newton 1 ini disebut juga sebagai hukum inersia atau hukun kelembaman. Dalam penerapan kesehariannya, hukum newton 1 ini memiliki contoh penerapan disaat anda berkendara apakah itu dengan motor, mobil, dan alat yang bergerak seperti lift. Kemudian, benda tersebut  tiba – tiba direm atau berhenti secara mendadak. Maka, badan anda cenderung maju kedepan atau terus melaju ke depan. Hal inilah dimaksud dengan “kecendrungan untuk terus melaju”.
Hal yang sama juga terjadi saat anda akan mulai bergerak dari keadaan diam. Contoh yang paling terasa adalah saat anda berkendara dengan mobil. Anda cenderung tersentak kebelakang saat kendaraan mulai melaju. Dari  contoh diatas merupakan peristiwa dari hukum inersia atau kelembaman. Dimana, adanya kelembaman ini suatu benda dipengaruhi oleh massa benda tersebut yang semakin besar massa benda tersebut. Maka, semakin besar pula kelembamannya. Dengan adanya pengaruh dari massa suatu benda. Maka, secara tidak langsung akan memperngaruhi besarnya daya dan gaya yang diperlukan untuk melakukan percepatan saat dalam kondisi diam atau menghentikan benda yang berada dalam kondisi bergerak.
Dengan demikian rumus newton 1 dapat dirumuskan sebagai berikut :
 ∑F = 0
Atau,
Resultan gaya (Kg m/s2)

Hukum Newton 2

Bunyi Hukum Newton 2

Bunyi Hukum Newton 2 : “Percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massanya. Arah percepatan sama dengan arah gaya total yang bekerja padanya”.

Pengertian Hukum Newton 2

Contoh Hukum Newton 2
Berdasarkan dari bunyi hukum newton ke 2 ini. Dapat dipahami bahwasanya suatu gaya benda akan semakin bertambah besar jika diberikan dorongan daya yang searah dengan laju arah gaya benda tersebut. Namun, jika diberikan gaya tolak atau berlawanan arah dari gaya benda tersebut. maka, akan memperkecil atau memperlambat dari laju gaya benda tersebut. Dikarenakan terjadi perubahan kecepatan dan perubahan laju dari benda yang mendapat gaya tersebut. Akan membuat total gaya dari massa benda dan percepatan benda yang diberikan dapat menyebabkan percepatan dan perlambatan benda tersebut. Dimana, Semakin besar percepatan atau perlambatan yang diberikan akan mempengaruhi arah gerak benda tersebut. Contoh hukum newton 2 dapat diamati saat anda menggelindingkan bola ditanah datar. Jika semula anda menggelindingkan bola dari kanan menuju kiri lalu memberikan gaya dari kanan pula dengan cara menendang bola tersebut. Maka, bola tersebut akan mendapat gaya searah dari kanan kekiri yang membuatnya mengalami percepatan. Contoh lain dari hukum newton 2 adalah ketika anda melempar batu keatas secara vertikal. Pada awalnya batu tersebut akan melaju keatas dengan kecepatan yang konstan. Kemudian, akibat adanya gaya gravitasi akan memperlambat batu dan menghentikannya. Lalu, batu tersebut akan kembali ke bumi dengan kecepatan dari massa batu ditambah dengan adanya gaya gravitasi yang mempercepat batu tersebut.

Rumus Hukum Newton 2

 Dapat dirumuskan sebagai berikut :
F = m a
Dengan,
F = gaya (N)
m = massa benda (Kg)
a = percepatan (m/s2)

Contoh Soal Hukum Newton 2

Sebuah bola besi memiliki massa 100 kg.  Kemudian, bola besi tersebut menggelinding sehingga memperoleh gaya percepatan 9,8 m/s2. Berapa besar gaya yang diperlukan untuk menggelindingkan bola tersebut?
Pembahasan
Diketahui:
m = 100 kg
a = 9,8 m/s2
Ditanya: F = … ?
Jawab:
F = m a
= 100 kg x 9,8 m/s2
= 980 kg m/s2
= 980 N
Jadi, gaya yang diperlukan adalah 980 N.

Hukum Newton 3

hukum newton 3

Bunyi Hukum Newton 3

Bunyi Hukum Newton 3 : “Setiap aksi akan menimbulkan reaksi, jika suatu benda memberikan gaya pada benda yang lain maka benda yang terkena gaya akan memberikan gaya yang besarnya sama dengan gaya yang diterima dari benda pertama, tetapi arahnya berlawanan“.

Pengertian Hukum Newton 3

Dari bunyi hukum newton ke 3 ini dimana setiap aksi akan menimbulkan aksi atau setiap sebab akan menimbulkan akibat. Dimana, setiap gaya sebab yang diberikan akan menghasilkan besarnya gaya akibat yang dihasilkan. Pada contoh penerapan hukum newton ke 3 ini bekerja pada setiap benda yang diberikan gaya aksi akan menghasilkan gaya reaksi. Namun, gaya aksi reaksi tersebut saling berlawanan arah dan bekerja pada benda yang berbeda. Sebagai contoh hukum newton 3, ketika anda memukul paku dengan paku. Dimana, palu adalah gaya aksi dengan gaya dari paku adalah gaya reaksi dari palu tersebut. Saat anda memukul paku dengan palu, begitu palu menyentuh paku, palu berhenti sesaat atau bahkan memantul. Gaya berhenti sesaat atau bahkan memantul tersebut merupakan gaya reaksi yang dihasilkan oleh aksi palu tersebut.

Contoh Penerapan Hukum Newton 3

Hukum Newton 3
Sebuah benda dengan berat (w) yang berada diatas meja. Meja akan memberikan reaksi gaya normal (N), sehingga N = W dengan arah gaya saling berlawanan.
Hukum Newton 3

Menggantung benda secara vertikal akan menghasilkan gaya tegang tali (T) yang sama besarnya dgn massa benda (W) dengan arah yang berlawan.
Hukum Newton 3
Ketika seseorang dengan berat (W) menaiki lift. Saat dalam keadaan diam, gaya yang dihasilkan sama dengan berat orang tersebut (F = W). Saat lift bergerak naik maka, gaya yang dihasilkan lebih besar dari berat orang (F > W). Ketika lift turun makan berat orang tersebut lebih besar dari gaya yang dihasilkan (F < W).

Rumus Hukum Newton 3

1. Gaya Gesek
 
2. Gaya Berat
 
3. Berat Sejenis
 

Contoh Soal Hukum Newton 3

contoh soal hukum newton
Kereta M dipercepat ke kanan dengan percepatan a_0 = 2 \: m/s^2. Abaikan semua gesekan, massa katrol, dan juga massa tali. Anggap g = 10 m/s2. Jika m_1 = m_2 = m_3 = 2 \: kg maka tegangan tali T pada sistem …. (Simak UI 2010)
(A) 8 N
(B) 12 N
(C) 15 N
(D) 20 N
(E) 25 N
Pembahasan:
Karena yang mengalami percepatan adalah kereta M, maka kotak yang juga mengalami percepatan yang nilai dan arahnya sama adalah kotak 3 karena terletak secara vertikal tepat di sebelah kanan, serta kotak 2 karena terhubung dengan kotak 3. Percepatan pada kotak satu tidak sama dengan nilai percepatan pada kotak 2 dan 3.
Persamaan Hukum Newton 2 pada kotak 1 secara horizontal dapat ditullis dengan:
\Sigma F_1 = m_1 \cdot a_1 \newline \newline T = m_1 \cdot a_1
T = m_1 \cdot a_1 \longrightarrow tidak dapat dihitung.
Persamaan pada kotak 2 secara horizontal dapat ditullis dengan:
\Sigma F_2 = m_2 \cdot a \newline \newline T_2 - T = m_2 \cdot a \newline \newline T_2 = m_2 \cdot a + T
Persamaan pada kotak 3 secara vertikal dapat ditullis dengan:
\Sigma F_3 = m_3 \cdot a
m_3 \cdot g - T_2 = m_3 \cdot a \longrightarrow disubstitusikan dengan persamaan kotak 2.
m_3 \cdot g - (m_2 \cdot a + T) = m_3 \cdot a \newline \newline m_3 \cdot g - m_2 \cdot a - T = m_3 \cdot a \newline \newline m_3 \cdot g - T = m_3 \cdot a + m_2 \cdot a \newline \newline m_3 \cdot g - T = (m_3 + m_2)a
Kita dapat mencari nilai sebesar:
T = m_3 \cdot g - (m_3 + m_2)a \newline \newline T = (2 \: kg)(10 \: m/s^2) - (2 \: kg + 2 \: kg) 2 \: m/s^2 = 12 \: N
Jadi, tegangan tali T pada sistem sebesar 12 \: N

Ok guys... sampai disini materi kita tentang hukum newton.. sampai jumpa di pelajaran berikutnya ya... 

Minggu, 22 Juli 2018

Pola Bilangan

 Hai guys... Ketemu lagi dengan saya marla marlena. Kali ini kita akan belajar tentang Pola bilangan.
Pola bilangan sendiri memiliki arti suatu susunan bilangan yang memiliki bentuk teratur atau suatu bilangan yang tersusun dari beberapa bilangan lain yang membentuk suatu pola. Dan pola bilangan juga memiliki banyak jenisnya atau macamnya . Penasaran bukan apa saja macam-macam Pola Bilangan?
Macam Pola Bilangan

Macam – macam Pola Bilangan

Macam – macam pola bilngan meliputi beberapa jenis berikut ini :
  1. Pola Bilangan Ganjil 
Poal bilangan ganjil yaitu pola bilangan yang terbentuk dari bilangan – bilangan ganjil. Sedangkan pengertian dari bilangan ganjil sendiri memiliki arti suatu bilangan asli yang tidak habis dibagi dua ataupun kelipatannya .
contoh:
  • pola bilangan ganjil adalah :  1 , 3 , 5 , 7 , 9 , . . . .
  • Gambar Pola bilangan ganjil :
 macam Pola Bilangan
  • Rumus Pola Bilangan ganjil
1 , 3 , 5 , 7 , . . . , n , maka rumus pola bilangan ganjil ke n adalah :
Un = 2n – 1 
Contoh soal:
1 , 3 , 5 , 7 , . . . , ke 10
Berapakah pola bilangan ganjil ke 10 ?
Jawab :
Un = 2n – 1
U10 = 2 . 10 – 1
        = 20 – 1   = 19
2. Pola Bilangan Genap 
pola bilangan genap yaitu pola bilangan yang terbentuk dari bilangan – bilangan genap. Bilangan genap yaitu bilangan asli yaitu bilangan asli yang habis dibagi dua atau kelipatannya .
  • Pola bilangan genap adalah : 2 , 4 , 6 , 8 , . . .
  • Gambar pola bilangan genap :
macam Pola Bilangan
  • Rumus Pola bilangan genap
2 , 4 , 6 , 8 , . . . . , n  maka rumus pola bilangan genap ke n adalah : 
Un = 2n 
Contoh :
2 , 4 , 6 , 8 , . . . ke 10 .berapakah pola bilangan genap ke 10 ?
jawab :
Un = 2n
U10 = 2 x 10
        = 20
3. Pola bilangan Persegi 
Pola bilangan persegi, yaitu suatu barisan bilangan yang membentuk suatu pola persegi .
  • Pola bilangan persegi adalah 1 , 4 , 9 , 16 , 25 ,  . . .
  • Gambar Pola bilangan persegi :
 macam Pola Bilangan
  • Rumus Pola bilangan persegi
1 , 4 , 9 , 16 , 25 , 36 , . . . , n  maka rumus untuk mencari pola bilangan persegi ke n adalah :
Un = n2
Contoh :
Dari suatu barisan bilangan 1 , 2 , 9 , 16 , 25 , 36 , . . . ,ke 10 . Berapakah pola bilangan ke 10 dalam pola bilangan persegi ?
Jawab :
Un = n2
U=10 = 10(pangkat2)     = 100
4. Pola Bilangan Persegi Panjang 
Pola bilangan persegi panjang yaitu suatu barisan bilangan yang membentuk pola persegi panjang .
  • Pola persegi panjang adalah 2 , 6 , 12 , 20 , 30 , . . .
  • Gambar Pola Bilangan persegi panjang :
 macam Pola bilangan
  • Rumus pola bilangan persegi panjang
2 , 6 , 12 , 20 , 30 , . . .  n  , maka Rumus Pola bilangan Persegi panjang ke n adalah :
Un = n . n + 1 
Contoh :
Dari suatu barisan bilangan 2 , 6 , 12 , 20 , 30 , . . . , ke 10 . Berapakah pola bilangan persegi ke 10 ?
Jawab :
Un = n (n+ 1)
U10 = 10(10 + 1)
        = 100+10
       = 110
5. Pola Bilangan Segitiga 
Pola bilangan segitiga yaitu suatu barisan bilangan yang membentuk sebuah pola bilangan segitiga .
  • Pola bilangan segitiga adalah : 1 , 3 , 6 , 10 , 15 , . . .
  • Gambar Pola bilangan segitiga :
Macam Pola Bilangan
  • Rumus Pola Bilangan Segitiga :
1 , 3 , 6 , 10 , 15 , 21 , 28 , 36 , . . . , ke n . Maka rumus pola bilangan segitiga ke n adalah : 
Un =  n ( n + 1 ) : 1/2 

Contoh Soal :
Dari suatu barisan bilangan 1 , 3 , 6 , 10 , 15 , 21 , 28 , 36 , . . . , ke 10 . Berapakah pola bilangan segitiga ke 10 ?
Jawab :
Un =  n ( n + 1 ) : 1/2
U 10 = 10 ( 10 + 1 ) :1/2
         =(100+10) : 1/2
      = 110:1/2
       = 55
6. Pola Bilangan FIBONACCI 
Pola bilangan fibonacci yaitu suatu bilangan yang setiap sukunya merupakan jumlah dari dua suku di depanya .
  • Pola bilangan fibonacci :
1 , 2 , 3 , 5 , 8 , 13 , 21 , 34 , 56 , . . .
2 , 2 , 4 , 6 , 10 , 16 , 26 , 42 , . . ..
Demikian penjelasan mengenai Pola Bilangan  Pada dasarnya, pola bilangan merupakan suatu bentuk barisan bilangan . Apabila kita dalam memperhatikanya dengan cermat maka dengan pola bilangan yang lain tidak ada bedanya. Namun , pola bilangan memiliki fungsi yang sangat besar yaitu supaya lebih mudah dalam mengerjakan barisan aritmatika dan geometri . Semoga bermanfaat . . . Pelajaran lainya juga dapat kalian lihat di marlamarlena.blogspot.com dan dvancoklat.blogspot.com. Sampai jumpa minggu depan...